Monday, October 12, 2026
spot_img
HomePendidikanAji Sampaikan Khutbah Jumat di Jepang, Suara Pelajar Indonesia Menggema di Toyota...

Aji Sampaikan Khutbah Jumat di Jepang, Suara Pelajar Indonesia Menggema di Toyota City Islamic Center

Ini bukan sekadar perjalanan belajar, melainkan momen bersejarah yang sarat makna.

Jumat (24/10/2025), Aji Aliffendri Anan Viky, siswa kelas XI SMA SAIM Surabaya, berdiri di mimbar Toyota City Islamic Center, Toyota, Prefektur Aichi, Jepang menyampaikan khutbah Jumat di hadapan jamaah lintas bangsa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Cross-Cultural Understanding (CCU) Japan 2025, yang berlangsung dari 23 Oktober hingga 3 November 2025 di bawah bimbingan Ustaz Ahmad Fathoni. Program ini dirancang untuk menanamkan semangat global citizenship berbasis nilai keislaman kepada para siswa.

Dalam khutbahnya yang disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, Aji mengangkat tema Faith and Technology in the Life of Muslim Youth. Ia mengajak para jamaah merenungkan bagaimana generasi muda Muslim dapat tetap berpegang teguh pada iman di tengah derasnya arus digitalisasi dan kemajuan teknologi.

“Use technology to spread goodness, to build knowledge, and to strengthen brotherhood among Muslims worldwide,”
ujar Aji dalam khutbahnya yang disambut khidmat oleh jamaah.

Yang menarik, jamaah Jumat kali ini datang dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Nepal, Pakistan, India, hingga para mualaf asal Jepang. Suasana yang tercipta bukan hanya religius, tetapi juga hangat dan menggugah: ukhuwah Islamiyah lintas bangsa yang nyata di tengah keberagaman.

Bagi Aji, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bukan hanya tentang public speaking dan leadership, tetapi juga tentang dakwah lintas budaya. Ia belajar bahwa menyampaikan pesan Islam di negeri dengan tradisi dan cara pandang berbeda menuntut keberanian, empati, dan kedalaman makna.

Menurut Kepala SAIM Secondary, Kun Muchsinan, S.Si., M.Pd., pengalaman ini adalah wujud nyata dari filosofi pendidikan SAIM: menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan spiritualitas.

“Anak-anak belajar berdialog dengan dunia, bukan hanya lewat teknologi, tapi lewat nilai dan keyakinan. Inilah pendidikan SAIM , membentuk generasi global yang beriman kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Isna Maslikha, S.Pd., Wakil Kepala Bidang Humas SMA SAIM, menambahkan bahwa setiap perjalanan internasional bagi siswa SAIM bukan sekadar kunjungan akademik, melainkan perjalanan spiritual.

“Setiap langkah di negeri orang adalah kesempatan menemukan makna, identitas, dan peran sebagai pembelajar dunia yang beriman,” katanya.

Melalui momen ini, Aji dan rekan-rekannya tak hanya membawa nama sekolah atau bangsa, tetapi juga pesan universal tentang iman dan kemajuan , bahwa di tengah pesatnya teknologi, suara lembut keimanan masih bisa bergema dengan kuat, bahkan hingga ke negeri sakura.(one/sst)

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular