Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoBatik Kota Mojokerto Berkilau di JMFW 2026: Wastra Mojopahitan Tampil Elegan dengan...

Batik Kota Mojokerto Berkilau di JMFW 2026: Wastra Mojopahitan Tampil Elegan dengan Sentuhan Modern

Jakarta-(satujurnal.com)
Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dunia mode muslim lewat gelaran Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (8/11/2025).
Dari ratusan desainer yang tampil, hadir pula sentuhan khas dari Kota Mojokerto, kota kecil dengan tradisi besar dalam wastra dan batik.

Sebanyak 16 karya dari empat desainer dan enam pengrajin batik Mojokerto menambah warna dalam ajang mode tahunan ini. Motif-motif seperti Surya Mojopahit, Sekar Jagat, Tribuana Tunggadewi, hingga Mrico Bolong dan Teratai tampil elegan di atas kain, tak hanya sebatas motif tetapi simbol kebanggaan yang kini mulai digemari generasi muda.

Di barisan depan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tampak hadir bersama Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi, menyaksikan langsung bagaimana karya anak daerahnya mendapat sorotan nasional.

“Saya bangga batik khas Kota Mojokerto bisa tampil lagi di JMFW. Ini lebih dari ajang busana, ini cara kita memperkenalkan identitas dan karakter budaya Kota Mojokerto ke masyarakat luas, hingga mancanegara,” ujar Ning Ita usai acara.

Baginya, JMFW tidak semata pamer karya. Di balik panggung gemerlap itu, ada dampak ekonomi nyata yang dirasakan para pengrajin batik, pelaku IKM, dan UMKM di Kota Mojokerto. Sejak pertama kali bergabung dua tahun lalu, omzet para pengrajin terus meningkat.

“Alhamdulillah, laporan terakhir menunjukkan penjualan mereka naik signifikan. Artinya, yang kita lakukan bersama membawa manfaat nyata,” tuturnya dengan senyum lega.

Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Amin Wachid, menjelaskan bahwa partisipasi tahun ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas, mulai dari Sentra IKM Sepatu, Sentra IKM Batik, hingga komunitas Apikmen.
Sebanyak tujuh pengrajin alas kaki dilibatkan, di antaranya Awake, Saganex, Moher, Handymen, D Best, Acacope, Kristin, dan Lia. Sementara dari sektor batik, ada enam nama pengrajin andalan antara lain Sofia, Burhan, Bu Dar, Bardadinawan, dan Tunggaldewi.

Untuk memperkuat tampilan, mereka menggandeng empat desainer: Dessy Dalia, Lyna Desriana, Danny Dwa, dan tim Apikmen, yang menghadirkan 16 busana, 8 untuk perempuan dan 8 untuk laki-laki.
Kolaborasi itu melahirkan kombinasi menarik antara batik klasik Mojopahitan dan desain kontemporer menciptakan harmoni yang memukau.

Di panggung JMFW, batik Kota Mojokerto tidak hanya menampilkan pesona estetikanya. Ia juga membawa pesan tentang kemandirian ekonomi daerah, ketekunan perempuan pengrajin, dan kebanggaan terhadap jati diri lokal.(ank)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular