Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalGMS 2025 Angkat Lima Zona Sejarah Jatim, Dari Majapahit ke Masa Depan

GMS 2025 Angkat Lima Zona Sejarah Jatim, Dari Majapahit ke Masa Depan

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ribuan peserta memadati garis start Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya (GMS) 2025, Sabtu (15/11/2025) siang.

Dari depan Kantor Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, para peserta antusias memulai perjalanan sejauh 55 kilometer menuju Tugu Pahlawan Surabaya. Rute ini tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga membangkitkan kembali ingatan kolektif tentang semangat perjuangan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, secara resmi melepas para peserta. Dalam sambutannya, iak menekankan bahwa GMS adalah tradisi legendaris yang sarat nilai-nilai historis. “Tidak hanya menyangkut olahraga, acara ini adalah sarana untuk menggali kembali semangat para pejuang kemerdekaan, serta wujud terima kasih kita kepada pejuang yang telah berkorban jiwa dan raga demi bangsa,” ujarnya.

Momentum tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan dan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur. Selain itu, GMS 2025 diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi UMKM, sektor riil, pariwisata, serta membuka peluang di tingkat nasional dan internasional.

Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, turut memberikan semangat kepada para peserta. “Mari kita menjadi pahlawan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain,” pesannya dengan penuh semangat.

Kepala Disporapar Kota Mojokerto, Ani Wijaya, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap acara ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 2.534 peserta perorangan, 37 regu pelajar, 261 regu umum, serta 15 regu dari TNI/Polri. Setiap regu terdiri dari 10 orang dengan tiga anggota cadangan.

Mengusung tema “Perjalanan Waktu Menuju Gerbang Baru Nusantara”, GMS 2025 mengajak peserta untuk menelusuri lima zona sejarah Jawa Timur. Dimulai dari nuansa Era Majapahit, perjalanan berlanjut ke masa Pra-Kemerdekaan, memasuki suasana Episentrum Kemerdekaan 1945, menuju Era Pembangunan 1980-an, dan berakhir di zona Jawa Timur Kini dan Masa Depan.

Pelaksanaan GMS tahun ini juga disertai dengan penyesuaian rute. Jalur Trosobo yang biasanya dilewati dialihkan ke Driyorejo, mengingat adanya perbaikan jalan di kawasan flyover Trosobo yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan peserta. Untuk memastikan keselamatan, panitia menyiapkan empat pos yang berlokasi di Kantor Desa Singkalan (Sidoarjo), SMPN 1 Krian (Sidoarjo), Kantor Desa Gilang (Sidoarjo), dan Kantor Kelurahan Kedurus (Surabaya).

Kreativitas kostum menjadi salah satu daya tarik utama GMS 2025. Kostum-kostum bertema historis menampilkan busana ala tentara kolonial, pejuang 1945, hingga Laskar Hizbullah. Peserta tampil dengan seragam khaki krem, rompi militer ber-epaulet, peci hitam ala Soekarno, medali, ikat pinggang kulit, hingga membawa tongkat kayu dan replika obor.

Komunitas yang membawa sepeda ontel vintage lengkap dengan lampu klasik, semakin memperkuat suasana historis melalui detail autentik seperti kain katun kasar dan jahitan manual.

Sementara itu, kostum kontemporer bertema “Generasi Emas” banyak dikenakan oleh peserta muda. Mereka memadukan kemeja putih, rompi hitam, batik kontemporer, jeans dengan sarung lurik, scarf merah, bandana merah-hitam, serta pin bendera. Beberapa peserta terlihat membawa tas selempang kecil atau ransel. Kostum ini menjadi simbol inklusivitas serta cara kreatif generasi muda dalam menerjemahkan semangat perjuangan ke dalam gaya kekinian.

Dengan perpaduan antara olahraga, edukasi sejarah, kreativitas, dan nilai-nilai patriotisme, GMS 2025 kembali menjadi momentum yang menyatukan masyarakat Jawa Timur dalam satu langkah bersama. Dari napak tilas perjuangan hingga visualisasi “Gerbang Baru Nusantara”. (one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular