Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoMojo Indah 2026, Cara Kota Mojokerto Perkuat Budaya Inovasi dan Daya Saing...

Mojo Indah 2026, Cara Kota Mojokerto Perkuat Budaya Inovasi dan Daya Saing Daerah

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Penganugerahan Lomba Mojo Indah Tahun 2026 sekaligus Evaluasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025 di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Selasa (19/5/2026). Agenda ini menjadi penanda lonjakan inovasi daerah di Kota Mojokerto yang kini mencapai 276 inovasi terdaftar di aplikasi Innovative Government Award (IGA) milik Kementerian Dalam Negeri.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengungkapkan, pada tahun 2021 Kota Mojokerto masih berada di kategori kurang dalam penilaian indeks inovasi daerah dengan nilai 62. Saat itu, inovasi yang tercatat di aplikasi IGA Kemendagri baru sebanyak 27 inovasi.

“Waktu itu kita baru pertama kali belajar memahami seperti apa inovasi dan apa pentingnya inovasi daerah. Dari situlah kemudian tahun 2022 kita menggagas Mojo Indah untuk memberikan motivasi sekaligus menggait SDM-SDM inovatif dan kreatif yang sebenarnya potensinya sangat besar,” kata Ning Ita.

Sejak digelar secara konsisten mulai 2022 hingga 2026, jumlah inovasi di Kota Mojokerto terus meningkat signifikan. Tahun ini, jumlah inovasi bertambah menjadi 276 inovasi atau naik 31 inovasi dibanding tahun 2025 yang tercatat sebanyak 245 inovasi.

Ning Ita menegaskan, penilaian inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada banyaknya program yang dibuat, melainkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Setiap inovasi yang didaftarkan juga harus telah berjalan minimal dua tahun dan lolos verifikasi manfaat.

“Yang dilihat bukan banyaknya inovasi, tetapi dampak manfaatnya. Banyak inovasi tetapi tidak berdampak tentu tidak akan diakui sebagai daerah inovatif,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan daya saing Kota Mojokerto melalui kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keterbatasan sumber daya alam harus dijawab dengan kreativitas dan inovasi masyarakat.

“Kita memang tidak memiliki sumber daya alam yang besar. Tetapi kita harus optimis karena kita punya SDM unggul dan potensial. Tinggal bagaimana pemerintah bersinergi dengan heksahelik untuk memfasilitasi lahirnya kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Ning Ita meminta seluruh perangkat daerah dan masyarakat terus melahirkan inovasi baru untuk menjawab kebutuhan publik serta tantangan pembangunan daerah.

“Tanpa inovasi, kita hanya bekerja business as usual dan tentu tidak akan memiliki daya saing. Padahal visi Kota Mojokerto adalah menjadi kota yang berdaya saing,” tambahnya.

Selain penyerahan penghargaan kepada para pemenang Mojo Indah 2026, kegiatan tersebut juga diisi penguatan dan evaluasi inovasi daerah oleh Yusharto Huntoyungo.

Pada kategori perangkat daerah, Juara I diraih Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto melalui inovasi SITI PINTER (Sinau TI Kota Mojokerto). Juara II diraih UPT SMP Negeri 3 Kota Mojokerto lewat inovasi SUMPAH 3 MPU (Sistem Pengumpulan Sampah SMPN 3 Mojokerto), sedangkan Juara III diraih Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Mojokerto melalui inovasi SEMERAP (Sistem Pemetaan Geografis Pajak Daerah).

Sementara pada kategori masyarakat, Juara I diraih Muhammad Setio Budi dkk melalui inovasi MBG WATCH (Monitoring and Reporting System for Free Nutritious Meals). Juara II diraih Arya Satya Maheswara lewat inovasi SIDIK LANTAS (Sistem Deteksi Kecelakaan Lalu Lintas), sedangkan Juara III diraih Edgar Primavy Fermata dengan inovasi MOJO PANGAN, platform digital penyelamat makanan berlebih berbasis partisipasi masyarakat. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular