operasi, seorang pasien di Rumah Sakit Islam (RSI) Hasanah Kota Mojokerto ‘disandera’
manajemen rumah sakit hingga lebih dari satu bulan.
yang terpaksa harus ‘tinggal’ di rumah sakit lantaran tak mampu membayar
seluruh biaya opname ini berasal dari Desa Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik
Kabupaten Semarang merupakan korban kecelakaan tunggal pada 11 Januari 2016 lalu.
Ia tak sadarkan diri tatkala dibawa ke rumah sakit ini. Ia pun menjalani
operasi karena mengalami patah tulang kaki dan tangan.
setelah operasi ia diperbolehkan pulang. Namun, ia harus membayar total biaya
operasi dan perawatan sebesar Rp 21 juta. Karena ia baru membayar Rp 10 juta, manajemen
rumah sakit memilih menyekap pasien yang tinggal di Desa Menanggal, Kecamatan
Mojosari, Kabupaten Mojokerto tersebut hingga terjadi pelunasan biaya.
ruang Shofa 10 tidak lagi mendapatkan perawatan medis maupun asupan makanan dan
obat. Pihak rumah sakit hanya menyarankan
agar pasien membeli makan maupun obat di luar.
mampu membayar biasa operasi hanya Rp 10 juta. Dan sejak 17 januari lalu
penanganan medis sudah dihentikan, termasuk makan minum pasien sudah tidak saya
peroleh. Terpaksa saya hanya mengandalkan belas kasihan para perawat yang rela
memberi makanan yang dibeli dari luar rumah sakit,” papar Delan Sahrizal, Senin
(29/2/2016).
RSI Hasanah mengatakan, pihaknya harus melakukan ‘penahanan’ terhadap pasien
karena belum ada pelunasan biaya operasi. “Aturannya memang demikian, setiap
pasien harus menyelesaikan kewajibannya selama rawat inap. Jika masih belum
bisa membayar secara keselurahan, ya terpaksa kami minta tetap disini,”
ujarnya.
dengan sikap rumah sakit itu akhirnya mendatangkan pengacara M Sholeh.
Sholeh mengajukan jaminan.
pasien maupun menahan pasien dengan alasan apapun. Kalau Rumah sakit tetap
ngotot, kita akan laporkan kasus ini ke Polisi,” cetusnya.
negosiasi, akhirnya pihak RSI melunak.
sudah boleh pulang. Soal adminitrasi dan pembayaran kita selesaikan
kemudian,” kata Ahmad Abiyono.
diperbolehkan pulang, Sholeh menyatakan bakal terus memantau komitmen RSI
Hasanah tersebut.
semata mata hanya berorientasi ke bisnis, harus juga ada misi
kemanusiaan,” lontar Sholeh. (wie)




