Jombang-(satujurnal.com)
Peristiwa memilukan menimpa seorang lansia di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Sumarlin (75), warga Desa Karobelah, menjadi korban perampokan pada Jumat malam, 11 Juli 2025. Perhiasan miliknya senilai sekitar Rp11 juta raib, sementara ia mengalami luka akibat kekerasan pelaku.
Kejadian terjadi saat korban baru selesai mengambil air wudhu di kamar mandi belakang rumahnya. Tiba-tiba, pelaku datang dari arah belakang dan langsung membekap korban. Sumarlin tak berdaya dan tak sempat memberikan perlawanan.
“Begitu selesai wudhu, ibu dibekap dari belakang, lalu dibanting ke lantai dapur.
Pelaku mengambil kalung dan gelang sambil mengancam, katanya jangan teriak kalau nggak mau dibunuh.
,” ungkap Pramuhaji, anak korban.
Korban tinggal seorang diri, meski rumah anaknya berada di sebelah. Situasi ini membuat pelaku mudah beraksi tanpa disadari orang sekitar. Sumarlin juga mengalami luka di bagian mulut dan tangan akibat benturan dan cekikan.
Salah satu warga, Yudo (59), mengaku terkejut saat mendengar kabar tersebut. Ia mengenal Sumarlin sebagai sosok yang masih aktif dan mandiri, meski sudah sepuh.
“Bu Marlin itu biasa ngurus rumah sendiri. Masih kuat masak, nyapu, dan ke masjid. Nggak nyangka ada kejadian seperti ini, apalagi rumahnya bersebelahan sama anaknya,” ujarnya.
Pascakejadian, keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit untuk visum dan pemeriksaan. Beruntung, dokter menyatakan korban hanya mengalami luka luar dan kini sudah diperbolehkan pulang.
Polsek Mojoagung kini tengah menyelidiki kasus tersebut. Belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun dugaan motif, namun pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan terus berjalan.(wie)



