Kota Mojokerto sebagai salah satu daerah rawan gangguan keamanan dan ketertiban
dalam Pilkada serentak, Juli 2018 mendatang.
Propinsi Jawa mengutarakan hal itu usai menjadi narasumber Sosialisasi Tahapan
dan Tata Cara Pencalonan dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto
2018 di aula Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto (18/10/2017).
tingkat kerawanan berbeda. Mulai dari proses pencalonan, penetapan data pemilih
hingga kampanye. Dinamika partai politik tersebut timbul akibat tidak
terpenuhinya sarat pencalonan,” Arbayanto.
Mojokerto, terdapat 18 daerah lain yang juga menggelar Pilwali dan Pilbup.
Arbyanto, yakni selama berlangsungnya tahapan kampanye.
massa yang bisa memicu konflik antarpendukung calon,” katanya.
kerawanan dan gangguan, imbuhnya, yakni pihak keamanan.
paling tahu 18 daerah yang paling rawan,” tukasnya.
jika KPU akan membekali jajaran dengan pola dokumentasi yang sesuai.
pola data dan dokumentasi. Karena ini penting sebagai alat bukti.” tukasnya.
Syaiful Amin Sholihin mengatakan, untuk menghadapi gugatan Pilkada, pihaknya telah
bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.
kita siap menanggapinya. Bahkan kami telah bekerjasama dengan pihak Kejaksaan
untuk pendampingan dalam penanganan masalah perdata dan Tata Usaha Negara
(TUN),” tukasnya.
tahapan pemilu pihaknya akan bekerja sesuai aturan.
Kalau ada yang tidak lolos tes kesehatan misalnya, KPU tidak ambil peran
kecuali memenuhi rekom tim dokter yang menyatakan tentang kondisi calon tidak
memenuhi syarat atau sebaliknya,” pungkasnya. (one)




